DENPASAR – Menandai dimulainya kembali aktivitas kedinasan setelah libur panjang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali menggelar Apel Disiplin Pegawai pada Senin, 18 Mei 2026. Berbeda dari biasanya, akibat guyuran hujan sejak pagi hari, pelaksanaan apel dialihkan ke dalam ruangan, bertempat di Ruang Padma Kantor Bappeda Provinsi Bali.
Apel kedisiplinan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, dan diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural, fungsional, serta PPPK di lingkungan Bappeda Provinsi Bali.
Dalam pengarahannya, Kepala Bappeda menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen dan kinerja seluruh pegawai yang tetap menjaga ritme tugas kedinasan dengan sangat baik. Kendati demikian, beliau menekankan bahwa dinamika regulasi menuntut aparatur sipil negara (ASN) untuk terus berkembang.
"Saya berharap seluruh pegawai terus meningkatkan pengetahuannya. Selalu pelajari peraturan-peraturan terbaru, karena saat ini banyak sekali peraturan lama yang sudah diperbarui dan disesuaikan," tegas Ika Putra.
Selain masalah kapasitas regulasi, isu penting yang menjadi sorotan Kepala Bappeda dalam apel kali ini adalah etika komunikasi digital. Beliau mengingatkan seluruh jajaran untuk ekstra hati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk dalam menjaga kerahasiaan informasi internal pemerintah.
"Kelemahan kita terkadang adalah adanya informasi yang bocor ke publik karena kurangnya penyaringan dalam bermedia sosial. Walaupun dibagikan dalam grup yang terbatas, tetap ada peluang dampak negatif. Teman kita bisa saja menyebarkan kembali apa yang kita bagikan," jelasnya.
Ia meminta seluruh pegawai untuk selalu menjaga etika dalam berkoordinasi, mengingat tingkat sensitivitas publik saat ini sangat tinggi. Apapun yang dikerjakan oleh pemerintah, seringkali langsung direspons secara apriori atau dipandang dengan sentimen negatif oleh masyarakat jika penyampaiannya tidak tepat.
Beralih ke agenda strategis daerah, Ika Putra memaparkan bahwa saat ini Bappeda Provinsi Bali tengah fokus mengawal tahapan krusial, yaitu penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Proses ini mencakup penyusunan RKPD tingkat Provinsi maupun koordinasi RKPD kabupaten/kota se-Bali.
"Proses tahapan telah berjalan dengan baik di tengah suasana efisiensi anggaran. Semoga kondisi efisiensi ini tidak mengurangi efektivitas kinerja dan semangat kita semua dalam melaksanakan tugas-tugas perencanaan," imbuhnya.
Menutup arahannya, Kepala Bappeda memberikan catatan positif terkait tingkat kehadiran pegawai pasca libur panjang. Berdasarkan data absensi, kedisiplinan pegawai dinilai sudah sangat baik. Begitu pula dengan penerapan sistem Work From Home (WFH) yang berjalan lancar berkat pemantauan dan koordinasi yang kuat di setiap lini. Hal ini memastikan seluruh tugas kedinasan tetap berjalan efektif tanpa ada yang terhambat.