×

Gubernur Koster Sambut Baik Rencana Ajang Aerobatik dan British Day di Bali

Senin, 29 Maret 2021 pukul 19.48 (3 tahun yang lalu) | Oleh Admin

 

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana menjadikan Bali tuan rumah ajang Aerobatik Pesawat Tempur Kerajaan inggris yang rencananya akan dihelat medio November mendatang. 

 

"Tentu saya menyambut dengan tangan terbuka, terpenting setelah koordinasi pula dengan pemerintah pusat," kata Gubernur Koster saat menerima kunjungan Atase Pertahanan Kerajaan Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Michael Longstaff di Rumah Jabatan, Jayasabha, Denpasar pada Senin (29/3) sore.

 

Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menuturkan, Bali secara umum tentu akan sangat mendukung ajang atraksi akrobatik pesawat tempur yang dirangkaikan pula dengan Perayaan British Day oleh Kedutaan Besar Kerajaan Inggris dan Peringatan 100 Tahun Angkatan Udara Australia tersebut. "Nanti diatur teknisnya dengan pihak bandara (I Gusti Ngurah Rai, red) dan TNI AU, sehingga bisa berjalan lancar dan baik," ujarnya. 

 

Sementara itu, Captain Michael Longstaff menyebut ajang tersebut akan melibatkan 12 Pesawat Tempur plus 2 pesawat transporter bertipe airbus yang akan mengudara dan beratraksi di langit Pulau Dewata. Sebelum 'mampir' ke Bali, tim penerbang kerajaan Inggris dijelaskannya pula akan menyambangi Brunai  Darulsalam, Ibukota Jakarta, Jogjakarta dan ditutup oleh Bali. "Kami juga berencana melakukan display pesawat tempur dan akan mengudara selama 1 jam dengan lokasi Bandara hingga Pantai Kuta," jelas Longstaff. 

 

"Terkait dengan 100 Tahun AU Australia, ajang ini juga bentuk support kami untuk upaya pemulihan pariwisata Bali, dimana Australia jadi salah satu penyumbang besar wisatawan ke Bali," imbuhnya.

 

Selain itu, Longstaff juga menyebut pelaksanaan rangkaian British Day selain berupa acara resepsi dengan menghadirkan 1500 warga Inggris, juga diisi dengan kegiatan lain, seperti kunjungan ke sekolah-sekolah, panti asuhan dan aksi sosial lain. " 

Dan juga kegiatan lain yang melibatkan warga Inggris di Bali nantinya," tutupnya.