Plt. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Ida Bagus Made Sutresna menyampaikan penyusunan Rencana Aksi daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) Provinsi Bali 2025-2029, merupakan dokumen rencana kerja lima tahunan untuk pelaksanaan berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian target nasional dan daerah. Penyusunan dokumen ini melibatkan SDGs Center Universitas Udayana dengan dukungan dari Bappenas RI dan JICA (Japan International Cooperation Agency).
Dokumen rancangan RAD SDGs yang telah disusun ini selanjutnya perlu dilakukan konsultasi publik untuk mendapatkan masukan dari stakeholder, penajaman target, sinkronisasi dan penyelarasan kebijakan daerah, mewujudkan prinsip "No One Left Behind", membangun komitmen bersama, dan pemenuhan mandat regulasi serta akuntabilitas tata kelola. Konsultasi publik bertempat di Ruang Cempaka Bappeda Provinsi Bali, Rabu, 25 Februari 2026, yang juga diikuti peserta daring.
Bagus Made Sutresna menjelaskan penyusunan ini juga merupakan amanat Perpres 111 Tahun 2022 tentang pencapaian pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Peraturan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor 1 Tahun 2024. Ini juga merupakan komitmen strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang diselaraskan dengan target RPJMD Provinsi Bali berdasarkan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" dengan 6 Prioritas Pembangunan.
Bagus Made Sutresna berharap masukan-masukan yang diterima memberikan penajaman yang lebih baik lagi dalam dokumen Rencana Aksi Daerah sehingga bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Bali, serta ditekankannya pentingnya kolaborasi semua pihak yang terlibat untuk kemajuan Bali.
Sementara itu Ketua SDGs Center Universitas Udayana, Prof. I Wayan Budiasih menjelaskan perencanaan program-program dalam rancangan RAD ini sudah dilakukan penyelarasan dengan 22 misi ke dalam 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dan juga memperhatikan misi dan visi Asta Cita.
Di sela-sela paparannya, Prof. I Wayan Budiasih menjelaskan saat ini sedang dilakukan Registrasi SDGs untuk Bisnis untuk mencatatkan kontribusi nyata perusahaan di Bali. Program ini bukan sekadar mendokumentasikan peran CSR, namun mendorong integrasi tujuan keberlanjutan ke dalam inti bisnis, mendapatkan pengakuan dan pengukuran dampaknya.