×

Gubernur Koster Serahkan CSR St Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali

Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 08.40 (11 jam yang lalu) | Oleh tjsl

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan secara simbolis bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni dan masyarakat adat di Bali.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kegiatan adat, seni tradisi, serta pelestarian budaya Bali di tingkat desa dan komunitas.

Penyerahan bantuan berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10/2026). Bantuan diberikan kepada sejumlah sekaa, kelompok masyarakat, serta pengempon pura di Kabupaten Buleleng.

Penerima bantuan antara lain Br. Adat Bukit Seni, Desa Sembiran; Sekehe Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; serta Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.

Bantuan juga disalurkan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran. Penerima lainnya adalah kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran, serta Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung, Buleleng.

Selain itu, bantuan diberikan kepada Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel.

Nilai bantuan CSR bervariasi sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing penerima. Bantuan yang disalurkan berkisar Rp50 juta hingga Rp350 juta.

Seluruh bantuan ditujukan untuk menunjang kegiatan adat, seni tradisi, serta kebutuhan pelestarian budaya di masing-masing wilayah.

Koster: Gunakan Bantuan dengan Baik dan Bertanggung Jawab

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada St. Regis atas dukungan bagi kelompok seni dan masyarakat adat di Bali.

Menurut Koster, bantuan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap upaya pelestarian adat, seni tradisi, dan budaya Bali.

“Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Koster.

Koster meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Dukungan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan kegiatan adat dan seni tradisi.

Ia menilai Bali memiliki kekayaan adat dan budaya yang unik. Kekayaan tersebut perlu dijaga bersama agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya,” kata Koster.

Koster juga menyampaikan terima kasih kepada St. Regis atas dukungan dan kepercayaan kepada pemerintah daerah.

Menurutnya, dukungan dunia usaha dapat turut memperkuat keberadaan kelompok seni tradisi dan komunitas adat di Bali.

St Regis Dukung Pelestarian Budaya Bali

Direktur Marketing dan Komunikasi St. Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

Menurut Clarissa, St. Regis berupaya mendukung keberlangsungan seni tradisi yang berkembang di Bali.

Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal.

Clarissa mengatakan program CSR tersebut sekaligus mendukung program dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Penyerahan CSR tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya melalui dukungan langsung kepada desa adat dan komunitas seni di Bali.