Semangat pelestarian budaya Bali kembali ditunjukkan oleh generasi muda melalui Lomba Tari Teruna Jaya Tingkat SMP se-Provinsi Bali yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Kalangan Ayodya, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali.
Lomba ini diikuti oleh perwakilan siswa SMP dari seluruh kabupaten/kota di Bali, yang masing-masing mengirimkan dua peserta melalui penunjukan perangkat daerah yang membidangi kebudayaan. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti technical meeting dan pengundian nomor urut tampil yang dilaksanakan pada 30 Mei 2026 di Gedung Ksirarnawa.
Dalam kompetisi ini, para peserta dituntut untuk menampilkan Tari Teruna Jaya dengan teknik yang baik, ekspresi yang kuat, serta keselarasan gerak dengan iringan musik yang telah disediakan oleh panitia. Penilaian dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek teknik, ekspresi atau penjiwaan, penampilan, serta kesesuaian dengan iringan musik.
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setiap peserta yang berjumlah 10 orang ini, tampil maksimal dengan karakteristik Tari Teruna Jaya yang dinamis, energik, dan penuh ekspresi, mencerminkan semangat dan jiwa muda yang kuat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dalam menanamkan kecintaan terhadap seni budaya daerah sejak dini.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang bersifat final, ditetapkan para pemenang sebagai berikut: Juara I diraih oleh I Gusti Ayu Dyah Rizuki Prameswari dari SMP Negeri 1 Denpasar, Juara II oleh Ni Komang Kirana Setyadewi Nanda Yoga dari SMP Negeri 1 Sukawati, dan Juara III oleh Ni Komang Nayra Praba Ningrum dari SMP Negeri 3 Mengwi.
Para pemenang berhak memperoleh piagam penghargaan serta uang pembinaan, masing-masing sebesar Rp5.000.000 untuk Juara I, Rp4.000.000 untuk Juara II, dan Rp3.000.000 untuk Juara III. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada acara penutupan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026, 30 Juni 2026 mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Bali semakin mencintai dan melestarikan seni tradisional, sekaligus mampu menjadi penerus budaya yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan.