×

Roadshow BALIDIGIFEST 2026 Sambangi Kampus, Dorong Inovasi Digital Berbasis Budaya dan Kreativitas Bali

Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 19.00 (22 jam yang lalu) | Oleh NI KADEK SUMIARI

DENPASAR, lintasbali.com  – Kecerdasan buatan (AI) untuk pelestarian budaya Bali, pengembangan sistem cerdas, industri gim, hingga kreativitas konten digital menjadi fokus rangkaian Roadshow Bali Digital Festival (BALIDIGIFEST) 2026 di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui beragam topik lintas disiplin, kegiatan ini membuka ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi kreativitas lokal.

Roadshow ini merupakan bagian dari rangkaian pre-event BALIDIGIFEST 2026, sebuah agenda Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali.

Primakara University bertindak sebagai penyelenggara (organized by), dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra untuk memperluas literasi teknologi, mendorong inovasi, serta memperkuat ekosistem digital kreatif di Bali.

Rangkaian roadshow dijadwalkan berlangsung di empat perguruan tinggi, yakni Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) pada 14 Oktober 2026, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) pada 20 Oktober 2026, serta Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali pada 21 Oktober 2026.

Setiap kampus menghadirkan tema berbeda yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan bidang keilmuan, kebutuhan industri, dan peluang inovasi di masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Ir. Gede Pramana, S.T., M.T., menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi perguruan tinggi dalam rangkaian BALIDIGIFEST 2026.

“Kami menyambut baik kolaborasi perguruan tinggi dalam Roadshow BALIDIGIFEST 2026. Kami bangga kampus menjadi bagian dari ruang tumbuhnya talenta digital Bali. Harapannya, mahasiswa dapat mengembangkan gagasan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta tetap menjaga budaya dan jati diri Bali. Semangat belajar dan berinovasi inilah yang perlu terus kita dukung bersama,” ujar Gede Pramana.

Di INSTIKI, roadshow mengangkat dua topik, yakni Ngupapira Gumi Bali: Ketika AI Menjaga Budaya dan Krama Bali serta Inovasi Berakar dari Budaya Kita. Kedua topik tersebut menghadirkan Dr. Ir. I Putu Agus Eka Darma Udayana, S.Kom., M.T., IPM., dan Ir. Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber. Kegiatan dijadwalkan berlangsung di Aula Kampus INSTIKI.

Pembahasan ini menempatkan budaya sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan inovasi teknologi. Pemanfaatan AI dan teknologi digital dapat diarahkan untuk mendukung pelestarian pengetahuan lokal, memperluas akses terhadap informasi budaya, serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat Bali.

Pendekatan tersebut menegaskan bahwa transformasi digital tidak harus terlepas dari akar budaya. Sebaliknya, pemahaman terhadap nilai, tradisi, dan kebutuhan masyarakat dapat menjadi landasan untuk menghasilkan inovasi yang relevan sekaligus memperkuat identitas Bali.

Di Undiknas, pembahasan berfokus pada pengembangan sistem cerdas dan strategi penerapan inovasi. Dua topik yang diangkat adalah Merancang Cyber-Physical System: Mengubah Masalah Lapangan Menjadi Purwarupa Cerdas serta Hilirisasi Inovasi: Strategi Bisnis, Adopsi Masyarakat, dan Kolaborasi Lintas Disiplin.

Agenda ini menghadirkan M. Haekal Dzaky, Asisten Manajer Bank Indonesia; Ir. Gede Humaswara Prathama, S.T., M.T.; serta Ir. Anak Agung Adi Wiryya Putra, A.Md., S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber, dengan Ni Wayan Suprianingsih, S.Si., M.Si., sebagai moderator.

Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana persoalan nyata di lapangan dapat diterjemahkan menjadi rancangan sistem yang mengintegrasikan perangkat fisik dan komputasi digital.

Proses ini menjadi bagian penting dalam membangun solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga fungsional dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pembahasan hilirisasi inovasi turut menyoroti pentingnya strategi bisnis, penerimaan masyarakat, serta kolaborasi lintas disiplin.

Dengan demikian, sebuah gagasan tidak berhenti pada tahap konsep atau purwarupa, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, di UNHI, roadshow mengangkat tema Realisasi AI sebagai Asisten di Industri Game dan AI untuk Meningkatkan Produktivitas Dunia Digital.

Kedua sesi menghadirkan I Made Ochlan Pramana Putra, S.Kom., serta I Putu Mahendra Adi Wardana, S.Pd., M.Kom., sebagai narasumber.

Topik ini mengeksplorasi potensi AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif, khususnya pada industri gim dan berbagai pekerjaan digital.

Pemanfaatannya dapat mendukung sejumlah tahapan produksi, mulai dari pengembangan ide hingga membantu efisiensi alur kerja.

Meski demikian, penggunaan AI tetap memerlukan peran aktif manusia dalam mengevaluasi kualitas, ketepatan, dan orisinalitas hasil.

Pemahaman terhadap kemampuan sekaligus keterbatasan teknologi menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memanfaatkan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab.

Di ISI Bali, perhatian diarahkan pada pengembangan kreativitas melalui topik Konten Kreator Digital serta Ide dan Implementasi Inovasi Digital.

Agenda ini menghadirkan Putu Wahyuning Sri Purnami, S.Ds., M.Sn., dan Dr. I Komang Try Adi Stanaya, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Kedua topik tersebut menghubungkan proses kreatif dengan pemanfaatan teknologi digital, mulai dari pengembangan ide, penyusunan pesan, pemilihan media, hingga strategi implementasi.

Kemampuan mengemas gagasan menjadi konten yang menarik dan relevan menjadi salah satu aspek penting dalam menjangkau audiens di tengah perkembangan lanskap digital.

Di sisi lain, inovasi digital membutuhkan proses yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan ide. Perencanaan, pemilihan solusi, dan penerapan yang tepat menjadi bagian penting agar kreativitas dapat berkembang menjadi karya atau produk digital yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.

Keragaman tema dalam Roadshow BALIDIGIFEST 2026 memperlihatkan luasnya peluang pengembangan teknologi digital, mulai dari pelestarian budaya, rekayasa sistem cerdas, industri gim, hingga produksi konten kreatif.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempertemukan pengetahuan akademik, kreativitas mahasiswa, kebutuhan industri, dan persoalan nyata di masyarakat.

Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Bali, Diskominfos Provinsi Bali, Primakara University, dan perguruan tinggi, rangkaian ini diharapkan dapat membuka ruang belajar, memperluas jejaring, serta mendorong lahirnya gagasan inovatif dari generasi muda Bali.

BALIDIGIFEST 2026 juga menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kemajuan digital dapat tumbuh selaras dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Dengan dukungan kolaborasi lintas bidang, kreativitas dan teknologi diharapkan mampu menghasilkan solusi yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Bali.

Informasi mengenai rangkaian roadshow dan agenda selanjutnya dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @balidigifest.