Selasa, 20 Januari 2026. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali (Kaban Kesbangpol Bali), Gede Suralaga Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Paham Radikalisme dan Kriminalitas pada Anak bertempat di Ruang Rapat Bung Karno, Gedung Bangsa Lt. II, Badan Kesbangpol Bali sebagai upaya langkah Koordinatif lintas sektor guna menyikapi dan merumuskan upaya pencegahan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Gede Suralaga sampaikan Koordinasi hari ini sebagai langkah strategis menyikapi dinamika ancaman serta merumuskan strategi pencegahan yang terpadu, berkelanjutan, dan berbasis kewaspadaan dini pada Perilaku anak- anak jaman sekarang terkait dengan penggunaan Media Sosial (Medsos) yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Banyak kejadian saat ini yang harus kita pantau bersama, oleh sebab itu pada kesempatan yang baik ini mari bersama-sama merumuskan strategi untuk mencegah dan menghindari masalah yang sangat mengkwatirkan bagi anak-anak pada jaman sekarang.
Kegiatan ini menjadi penting dan sangat strategis karena melibatkan berbagai pihak lintas sektor dengan mengajak Kasatgaswil Densus 88 AT Mabes Polri Provinsi Bali; Polda Bali; Binda Bali; Dantim Bais TNI Satgas Bali; BNN Provinsi Bali; Ketua KPAD Provinsi Bali; Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali; Disdikpora Provinsi Bali; Dinas Kominfos Provinsi Bali; Dinas PMD, Dukcapil Provinsi Bali; Badan Kesbangpol Kab/Kota se Bali; Disdik Pora Kabupaten Badung; Disdik Pora Kabupaten Gianyar; Disdik Pora Kota Denpasar; Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Daerah, Badan Kesbangpol Provinsi Bali (Wayan Ria Arsika); Kepala Bidang Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas, Badan Kesbangpol Bali (Gede Adhi Tiana).
Dengan adanya kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, pencegahan paham radikalisme dan kriminalitas pada anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.