×

Badan Kesbangpol Bali Laksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 12.30 (17 jam yang lalu) | Oleh AGUS SANTOSO

DENPASAR — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), sebagai momentum untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara berlangsung di lingkungan Badan Kesbangpol Provinsi Bali dan diikuti oleh jajaran pegawai. Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Anak Agung Bagus Suryawan bertindak selaku Inspektur Upacara.

Pelaksanaan upacara berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Meneguhkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus nilai yang menjadi landasan kehidupan bersama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Bagi jajaran Badan Kesbangpol, nilai tersebut memiliki relevansi dengan tugas dan fungsi pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik. Penguatan persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun kesadaran kebangsaan menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui peringatan ini, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus tercermin dalam pelaksanaan tugas pemerintahan maupun kehidupan sehari-hari.

Upacara tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran untuk menjaga semangat persatuan dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bangsa Indonesia.


Sekilas Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila memiliki latar sejarah yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan kekerasan yang terjadi pada akhir September hingga awal Oktober 1965.

Pada malam 30 September hingga 1 Oktober 1965 terjadi penculikan terhadap sejumlah perwira Angkatan Darat. Enam jenderal dan seorang perwira pertama, Pierre Andreas Tendean, kemudian ditemukan meninggal dan menjadi bagian dari peristiwa yang dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai Gerakan 30 September atau G30S.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam situasi politik Indonesia yang sangat kompleks. Dalam narasi resmi negara yang berkembang kemudian, peristiwa tersebut dipandang sebagai ancaman terhadap Pancasila dan kehidupan bernegara.

Peringatan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila mulai dilaksanakan pada 1966. Setahun kemudian, pemerintah menetapkannya secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 tentang Penetapan Tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Keputusan tersebut ditetapkan pada 27 September 1967 dan berlaku sejak tanggal tersebut.

Keppres tersebut mengatur agar peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara khidmat dan tertib.

Dalam perkembangannya, 1 Oktober menjadi salah satu peringatan nasional yang mengajak masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

Sejarah peristiwa 1965 sendiri memiliki berbagai kajian dan interpretasi. Karena itu, pembacaannya perlu dilakukan secara hati-hati dengan membedakan antara fakta sejarah yang terdokumentasi, narasi resmi negara, serta interpretasi yang berkembang dalam kajian sejarah.

Pada akhirnya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berkaitan dengan mengingat sebuah peristiwa sejarah. Momentum tersebut juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk merefleksikan bagaimana nilai persatuan, kemanusiaan, musyawarah dan keadilan terus dijalankan dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Bagi Badan Kesbangpol Provinsi Bali, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Bali dan Indonesia.