Pemerintah Provinsi Bali menjajaki kolaborasi dengan VFS Global untuk memperluas informasi sekaligus memudahkan akses pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sejak wisatawan masih berada di negara asal. Penjajakan ini menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap kewajiban PWA sekaligus mendorong kepatuhan pembayaran.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan Dinas Pariwisata bersama Diskominfos Provinsi Bali, Senin (7/9/2026), sebagai tindak lanjut atas proposal VFS Global tertanggal 14 Agustus 2026. Pertemuan membahas peluang pemanfaatan jaringan layanan dan kanal digital VFS Global untuk mendukung penyampaian informasi PWA serta memberikan akses menuju layanan pembayaran resmi melalui ekosistem Love Bali.
VFS Global merupakan penyedia layanan pendukung proses pengajuan visa bagi berbagai negara melalui jaringan Visa Application Centre. Dalam proses tersebut, VFS Global menangani berbagai layanan administratif bagi pemerintah dan perwakilan diplomatik, sehingga memiliki titik interaksi dengan calon wisatawan sebelum keberangkatan. Peran tersebut sekaligus membuka peluang untuk memperkenalkan informasi PWA sejak wisatawan masih mempersiapkan perjalanan.
Devi Sari, Deputy General Manager Business Development VFS Global, menyampaikan bahwa pihaknya melihat ruang kolaborasi untuk membantu memperluas penyebaran informasi PWA melalui jaringan VFS Global di luar negeri. Selain memperkenalkan kewajiban PWA, upaya tersebut juga diarahkan untuk membantu wisatawan mengenali kanal resmi pembayaran sehingga dapat mengurangi potensi penipuan.
Selain penyebaran informasi, VFS Global membuka peluang pemanfaatan kanal digital yang telah dimilikinya untuk memberikan akses menuju layanan Love Bali. Melalui tautan khusus yang terhubung dengan Love Bali, calon wisatawan nantinya dapat memperoleh informasi PWA sekaligus diarahkan menuju kanal pembayaran resmi tanpa harus mencari layanan tersebut secara terpisah.
Pengembangan akses tersebut dapat diperkuat melalui pemasangan materi sosialisasi berupa banner dan QR Code Love Bali pada sejumlah titik layanan VFS Global. Dengan demikian, calon wisatawan dapat memperoleh akses langsung ke kanal resmi PWA melalui perangkat yang mereka gunakan dalam mempersiapkan perjalanan.
Kepala UPTD Pengembangan dan Integrasi Layanan Digital (Pelita) Diskominfos Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Puspa Udiyana, menyampaikan bahwa dari sisi teknologi, Pemprov Bali telah menyiapkan mekanisme yang diperlukan untuk mendukung penjajakan kolaborasi tersebut.
“Dari sisi teknologi, kami sudah menyiapkan mekanisme yang diperlukan, baik untuk penempatan QR Code Love Bali pada media sosialisasi VFS Global maupun integrasi melalui API antara kedua platform. Dalam pengembangannya, VFS Global dapat diarahkan pada skema kemitraan yang sesuai, baik sebagai Mitra Manfaat maupun Endpoint,” ujar Puspa Udiyana.
Ruang penyebaran informasi juga dapat dikembangkan melalui jaringan VFS Global di luar negeri. Shanghai dan Dubai menjadi bagian dari lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk memperkenalkan informasi PWA melalui materi komunikasi dan QR Code Love Bali. Peluang serupa juga terbuka melalui jejaring VFS Global dengan maskapai penerbangan, agen perjalanan, maupun kegiatan business to business (B2B) bersama berbagai mitra.
Dalam pembahasan tersebut, dukungan terhadap peluang kolaborasi juga datang dari jajaran regional VFS Global. Kaushik Ghosh, Head – Australasia, VFS Global, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap penjajakan sinergi tersebut, terutama dalam melihat peluang pemanfaatan jaringan VFS Global untuk memperluas jangkauan informasi PWA kepada calon wisatawan.
Dari sisi Pemerintah Provinsi Bali, pengembangan kolaborasi tersebut turut diarahkan agar berjalan selaras dengan ekosistem Love Bali. Terdapat beberapa bentuk kemitraan yang dapat disesuaikan dengan peran dan kebutuhan mitra, antara lain Endpoint, Collecting Agent, dan Mitra Manfaat. Penyesuaian bentuk kemitraan akan menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut, termasuk terkait kebutuhan integrasi layanan secara digital.
Penjajakan kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari VFS Global. Dengan jangkauan layanan yang memungkinkan interaksi dengan calon wisatawan sejak sebelum perjalanan, sinergi tersebut dinilai memiliki ruang untuk dikembangkan, terutama dalam memperluas penyampaian informasi dan akses terhadap kanal resmi PWA.
Pemprov Bali bersama VFS Global selanjutnya akan menindaklanjuti pembahasan tersebut untuk melihat bentuk kolaborasi yang paling sesuai. Perluasan informasi dan kemudahan akses pembayaran sejak sebelum wisatawan tiba di Bali diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan sekaligus mendukung optimalisasi penerimaan PWA.