×

Gubernur Koster Support Persatuan Tinju Amatir Provinsi Bali Siapkan Lahan 25 Are Milik Pemprov Bali Sebagai Pusat Pengembangan Olahraga Tinju

Senin, 19 April 2021 pukul 18.02 (3 tahun yang lalu) | Oleh Admin




DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan dukungan penuh kepada Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Provinsi Bali sebagai upaya untuk mencetak kembali bibit-bibit atlet boxing yang diharapkan mampu berprestasi di kancah nasional dan dunia.

Dukungan yang diberikan kepada orang nomor satu di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali ini, berupa penggunaan lahan 25 are milik Pemprov Bali yang nantinya bisa digunakan sebagai pusat pengembangan olahraga tinju sekaligus mengintegrasikan antara sport science dan sport tourism di Pulau Dewata yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya di bidang pariwisata. Mengingat Bali telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga perlu nantinya pariwisata ini dipertemukan dalam suatu event olahraga.

"Persatuan Tinju di Provinsi Bali ini akan saya dukung penuh dan saya sudah panggil Bagian Aset Pemprov Bali untuk menyiapkan lahan 25 are di Penatih, Denpasar Timur.
Tidak hanya mensupport lahan, kedepan saya juga akan mensupport pengembangan olahraga ini dari hulu sampai hilir," ujarnya dalam acara Pelantikan Pengurus Provinsi Pertina Bali Periode 2021- 2025 dihadapan Ketua DPRD Bali yang sekaligus menjadi Dewan Pembina Pertina Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, dan Ketua Pertina Provinsi Bali periode 2021-2025, Made Muliawan Arya, Sabtu (Saniscara, Pon Dungulan) tanggal 17 April 2021 di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar yang disambut tepuk tangan.

Wayan Koster mengungkapkan bahwa sudah lama ia memimpikan agar olahraga tinju kembali berjaya dan membawa nama Bali di kancah nasional hingga internasional. "Karena saat saya masih kecil, saya ingat olahraga tinju di Bali sempat berjaya di era Bapak Adi Swandana dan setelah itu puluhan tahun olahraga ini tidak pernah kedengaran lagi prestasinya," ceritanya.

Untuk itu, Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berharap Persatuan Tinju Amatir Provinsi Bali dibawah kepemimpinan Made Muliawan Arya atau dikenal dengan sapaan De Gadjah bisa membawa olahraga yang menggunakan kekuatan pukulan ini kembali berjaya hingga bisa mencapai puncak prestasinya.


Karena Bali menurutnya memiliki potensi di bidang olahraga, termasuk tinju. "Sehingga sekali lagi saya katakan, saya sangat mendukung keberadaan olahraga tinju ini, semoga bisa membawa nama tinju Bali dan Indonesia ke mata dunia," ujar Koster dengan memberikan nada semangat kepada De Gadjah seraya menyampaikan selamat atas dipilih sebagai Manajer Timnas Tinju di Pusat.


Sementara itu, Ketua Pertina Provinsi Bali, Made Muliawan Arya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Koster yang telah mensuport penuh Pertina Provinsi Bali. Termasuk memfasilitasi acara pelantikan ini dengan memberikan Rapid Tes Antigen secara gratis guna mencegah penyebaran Covid-19 selama acara pelantikan berlangsung.


Made Muliawan Arya juga berharap komunikasi dan kerjasama yang baik agar terus terjalin, sehingga kita bisa mengeliatkan kembali tinju di Bali. Apalagi atlet tinju di Bali, disebutkannya akan ada yang berlaga di PON dan bergabung di Pelatnas. "Semoga mereka bisa membanggakan nama Bali dan Indonesia," doanya sembari memberikan Ketua Umum Pertina Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak cinderamata berupa Kain Tenun Endek Bali.

Sedangkan Ketua Umum Pertina Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan Pertina Bali harus mampu menunjukan kemampuan dan semangat berprestasi dengan selalu membawa nama merah putih.

"Saya harap Pertina Bali bisa mewujudkan visi saya dengan mengembalikan marwah Pertina ke masa kejayaannya di era 70 sampai 80-an dengan cara membenahi organisasi, memberikan seorang atlet sarana dan prasarana latihan, memberlakukan program pembinaan anak usia dini, meningkatkan frekuensi bertanding, dan membangun sport science," tegasnya sambil mengingatkan jangan jago berkelahi di jalanan, namun jadilah kesatria di dalam dan diluar ring.

Disisi lain, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak memberikan sebidang tanah untuk sport science. "Semoga nantinya sport science ini bisa terwujud di Bali dan mampu memicu Pelatnas berlatih di Bali, sekaligus menjadi sport tourism. Kalau jual nama Bali, petinju manapun akan suka berlatih hingga bisa berbulan bulan latihan di Bali," pungkasnya.